Tuntas sudah proses 'suksesi' di tempat kerjaku. Setelah 6 bulan berlangsung perang (walau diberitakan tenang, seolah tidak terjadi apa2). Banyak kecewa, air mata, dan sisa perang yang masih tertinggal. Rezim baru berganti, tinggal kita tunggu apa yang akan dilakukan membenahi 'kapal yang terkoyak'.
Ibarat kapal layar, banyak bagian tubuhnya terkoyak, layarnya terkoyak, buritannya pecah berkeping2, Geladaknya berkarat. Mesin berkekuatan 100 knot, hanya difungsikan 15 knot. Juru kemudinya tak bersemangat lagi. Juru mesinnya enggan mengganti oli yang sudah bercampur air. Para ABK banyak yang hanya menjadi pajangan saja karena tidak difungsikan. Para ABK saling curiga, saling siaga membawa pisau penghabisan walau mulut berhias senyum.
"Budaya Organisasi", mata kuliah yang pernah aku ambil sepertinya sulit dilakukan di sini. Mata kuliah S2 itu hanya wacana idealisme, yang diajarkan namun di dalam kampus sendiri tidak laku. Nahkoda bergelar profesorpun ternyata bertindak laksana PEMIMPIN.
Bagai menawarkan obat manjur kepada orang lain lain, namun diri sendiri tidak mampu merasakan dan mengalami bahwa obat itu manjur bagi dirinya sendiri yang sebenarnya berpenyakit kromis....kasian
Ubaya lebih perlu PEMIMPIN, ketimbang rektor/wakil rektor, dekan/wakil dekan, kaprodi/kajur, kabiro/direktur/manajer...karena selama ini belum menampaknya itu.
Wahai hati yang gelisah...
Berkatalah 'ya', kalau memang 'ya'.
Berkatalah 'tidak', kalau memang itu 'tidak'.
Lebih dari itu, semua berasal dari 'si jahat'.
Wahai hamparan hati yang terasa tandus...
Saatnya kau buka topengmu, meski yang lain nyaman bertopeng,
Saatnya kau lepas kepalsuan, meski yang lain mendapat untung ketika berpalsu ria,
Saatnya kau nikmati indahnya dekat PENCIPTA, meski yang lain menganggapnya PELENGKAP,
Saatnya bersaat teduh...
Ingatlah wahai hati terpinggirkan...
Banyak tokoh dibuat TUHAN from ZERO to HERO,
Musa, gembala domba tak cakap bicara mengubah sejarah,
Daud, dengan umban dan nama TUHAN mengubah sejarah,
Daniel, Sadrach, Messack, Abednego, para buangan menjadi pembesar negara,
Wahai hati terkoyak,
Engkaupun bisa dan dapat mengubah sejarah.
With GOD all thinks are possible......couse impossible is nothing...Amin
Sabtu, 14 Mei 2011
Mafia Pemalsu Faktur Pajak Ditangkap
Kerjasama penyidik Ditjen Pajak dan Direskrimsus Polda Metro Jaya menangkap seorang pelaku pemalsu faktar pajak. Informasi yang dikumpulkan detikcom, pelaku berinisial AG ini ditangkap di rumahnya di kawasan Jakarta Timur pada siang hari, Kamis (12/5/2011). AG yang juga menjabat sebagai Direktur PT LBC ini ditangkap atas dugaan pemalsuan faktur pajak.
Dari penangkapan AG, petugas menyita 1 unit CPU, 3 handphone, dan beberapa dokumen penting. Selain menangkap AG, petugas juga menangkap yang diduga asistennya berinisial DM di sebuah apartemen di Jakarta Utara. Dan dari tangan DM, petugas menyita faktur pajak PT LBC, kartu kredit, CPU, handphone, dan beberapa nomer perdana.
Seorang penegak hukum yang enggan disebutkan namanya menerangkan para tersangka sudah menjalankan operasi sejak tiga tahun lalu. "Modusnya membuat faktur pajak palsu sebagai bukti pembayaran pajak dengan maksud mengecilkan PPh," terang sumber itu.
Sayangnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar yang dikonfirmasi belum mau memberikan komentar. Dia mengaku belum mendapat laporan dari petugas di lapangan. "Saya cek dulu ya," kata Baharudin singkat saat dihubungi lewat telepon.
sumber: detik.com (13 Mei 2011)
Dari penangkapan AG, petugas menyita 1 unit CPU, 3 handphone, dan beberapa dokumen penting. Selain menangkap AG, petugas juga menangkap yang diduga asistennya berinisial DM di sebuah apartemen di Jakarta Utara. Dan dari tangan DM, petugas menyita faktur pajak PT LBC, kartu kredit, CPU, handphone, dan beberapa nomer perdana.
Seorang penegak hukum yang enggan disebutkan namanya menerangkan para tersangka sudah menjalankan operasi sejak tiga tahun lalu. "Modusnya membuat faktur pajak palsu sebagai bukti pembayaran pajak dengan maksud mengecilkan PPh," terang sumber itu.
Sayangnya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar yang dikonfirmasi belum mau memberikan komentar. Dia mengaku belum mendapat laporan dari petugas di lapangan. "Saya cek dulu ya," kata Baharudin singkat saat dihubungi lewat telepon.
sumber: detik.com (13 Mei 2011)
Selasa, 22 Februari 2011
Selasa, 08 Februari 2011
Senin, 10 Januari 2011
Dukun Sihir Harus Bayar Pajak
Banyak orang tidak suka kepada petugas pajak, tetapi sekadar tidak suka. Para dukun sihir Romania, yang marah karena untuk pertama kalinya harus membayar pajak, merencanakan memakai kotoran kucing dan bangkai binatang untuk melakukan guna-guna kepada presiden dan pemerintah.
Sebenarnya tidak hanya dukun sihir yang menjadi pembayar pajak terbaru Romania. Peramal atau ahli nujum juga termasuk, tetapi mereka mungkin telah tahu sebelumnya.
Takhayul adalah urusan yang serius di Romania—negeri dari penguasa abad pertengahan yang menjadi inspirasi kisah ”drakula”—dan telah menjadi bagian dari kebudayaannya selama berabad-abad. Presiden Traian Basescu dan para pembantunya diketahui mengenakan pakaian warna ungu pada hari-hari tertentu, konon untuk menangkal hal buruk.
Dukun2 sihir Romania dari timur dan barat akan menuju ke dataran selatan dan Sungai Danube, untuk mengancam pemerintah dengan guna2 dan arwah karena undang2 pajak itu, mulai berlaku 1 Januari.
Belasan dukun sihir akan melempar tanaman mandrake yang beracun ke Sungai Danube untuk mengguna-gunai para pejabat pemerintah ”agar nasib buruk menimpa mereka”, kata seorang dukun sihir bernama Alisia. Dia menyebut dirinya dengan satu nama—hal yang biasa di kalangan dukun sihir Romania.
”Undang2 itu tolol. Apa yang harus dipajaki ketika kami nyaris tak berpenghasilan apa pun?” katanya. ”Para pembuat undang2 tidak becermin diri, pada banyaknya penghasilan mereka, muslihat mereka; mereka mencuri dan mereka datang pada kami meminta kami mengguna2i musuh2 mereka.”
Undang2 yang baru itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengumpulkan lebih banyak pendapatan di sebuah negara yang sedang dilanda resesi.
Di masa lalu, profesi yang kurang lumrah seperti dukun sihir, ahli nujum, dan peramal tidak terdaftar dalam peraturan ketenagakerjaan Romania. Mereka yang melakukan pekerjaan itu menggunakan ketiadaan registrasi untuk menghindari membayar pajak pendapatan.
Berdasarkan undang2 baru itu, seperti pekerja bebas lain, mereka akan membayar 16% PPh dan memberikan kontribusi pada program kesehatan dan pensiun.
Sebagian orang mengatakan, undang2 baru itu akan sulit diberlakukan karena pembayaran pada dukun sihir dan ahli nujum biasanya tunai dan relatif kecil sebesar 20 sampai 30 leu (7-10 dollar AS, kurang dari Rp 100.000) setiap konsultasi.
Mircea Geoana, yang kalah dalam pemilu presiden dari Basescu tahun 2009, tampil buruk pada sebuah debat penting, dan kubunya mengatakan itu karena serangan energi negatif dari kubu pesaingnya.
Ratu dukun sihir Bratara Buzea (63), yang dipenjara tahun 1977 karena ilmu sihir di bawah rezim Nicolae Ceausescu, berang terhadap undang2 baru itu.
Di vilanya di Mogosoaia, sebelah utara Bucharest, dia merencanakan membuat guna2 dengan menggunakan ramuan kotoran kucing dan bangkai anjing bersama sejumlah dukun sihir.
”Guna2 saya selalu manjur,” katanya.
Tidak semua dukun sihir mengancam melakukan guna2. ”Undang2 ini sangat baik,” kata Mihaela Minca. ”Itu berarti bahwa bakat magis kita diakui dan saya bisa membuka praktik sendiri.”
Kapan Dirjen Pajak RI terapkan di Indonesia, beranikah kenakan pajak pada Ki Joko Bodo kaya...hehehe
Sebenarnya tidak hanya dukun sihir yang menjadi pembayar pajak terbaru Romania. Peramal atau ahli nujum juga termasuk, tetapi mereka mungkin telah tahu sebelumnya.
Takhayul adalah urusan yang serius di Romania—negeri dari penguasa abad pertengahan yang menjadi inspirasi kisah ”drakula”—dan telah menjadi bagian dari kebudayaannya selama berabad-abad. Presiden Traian Basescu dan para pembantunya diketahui mengenakan pakaian warna ungu pada hari-hari tertentu, konon untuk menangkal hal buruk.
Dukun2 sihir Romania dari timur dan barat akan menuju ke dataran selatan dan Sungai Danube, untuk mengancam pemerintah dengan guna2 dan arwah karena undang2 pajak itu, mulai berlaku 1 Januari.
Belasan dukun sihir akan melempar tanaman mandrake yang beracun ke Sungai Danube untuk mengguna-gunai para pejabat pemerintah ”agar nasib buruk menimpa mereka”, kata seorang dukun sihir bernama Alisia. Dia menyebut dirinya dengan satu nama—hal yang biasa di kalangan dukun sihir Romania.
”Undang2 itu tolol. Apa yang harus dipajaki ketika kami nyaris tak berpenghasilan apa pun?” katanya. ”Para pembuat undang2 tidak becermin diri, pada banyaknya penghasilan mereka, muslihat mereka; mereka mencuri dan mereka datang pada kami meminta kami mengguna2i musuh2 mereka.”
Undang2 yang baru itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengumpulkan lebih banyak pendapatan di sebuah negara yang sedang dilanda resesi.
Di masa lalu, profesi yang kurang lumrah seperti dukun sihir, ahli nujum, dan peramal tidak terdaftar dalam peraturan ketenagakerjaan Romania. Mereka yang melakukan pekerjaan itu menggunakan ketiadaan registrasi untuk menghindari membayar pajak pendapatan.
Berdasarkan undang2 baru itu, seperti pekerja bebas lain, mereka akan membayar 16% PPh dan memberikan kontribusi pada program kesehatan dan pensiun.
Sebagian orang mengatakan, undang2 baru itu akan sulit diberlakukan karena pembayaran pada dukun sihir dan ahli nujum biasanya tunai dan relatif kecil sebesar 20 sampai 30 leu (7-10 dollar AS, kurang dari Rp 100.000) setiap konsultasi.
Mircea Geoana, yang kalah dalam pemilu presiden dari Basescu tahun 2009, tampil buruk pada sebuah debat penting, dan kubunya mengatakan itu karena serangan energi negatif dari kubu pesaingnya.
Ratu dukun sihir Bratara Buzea (63), yang dipenjara tahun 1977 karena ilmu sihir di bawah rezim Nicolae Ceausescu, berang terhadap undang2 baru itu.
Di vilanya di Mogosoaia, sebelah utara Bucharest, dia merencanakan membuat guna2 dengan menggunakan ramuan kotoran kucing dan bangkai anjing bersama sejumlah dukun sihir.
”Guna2 saya selalu manjur,” katanya.
Tidak semua dukun sihir mengancam melakukan guna2. ”Undang2 ini sangat baik,” kata Mihaela Minca. ”Itu berarti bahwa bakat magis kita diakui dan saya bisa membuka praktik sendiri.”
Kapan Dirjen Pajak RI terapkan di Indonesia, beranikah kenakan pajak pada Ki Joko Bodo kaya...hehehe
Selasa, 09 November 2010
Nyolong...
"Kita semua nyolong....." Kalimat tsb terucap bos saat meeting dg emosi.
Ketika aq protes saat anggota teamku diambil untuk promosi lebih tinggi, dengan 'mengorbankan' teamku yg sudah mulai solid, dg bilang "Bos, mau dibawa kemana divisiku?"
Aq 10 tahun jadi keeper, sementara 2 tahun lalu salah satu anggota teamku dapat promosi, kini satu lagi promosi lagi....
"Divisimu tidak dibawa kemana-mana...." Aq protes "Lalu usulan promosiku dulu dimana..." Dia timpali lagi "Itu aq ndak tahu, atasan yg buat..." Aq ingatkan bahwa divisi ini mengapa tidak dianggap penting, apa para bos tidak menyadari itu...
Dengan emosi berucap "Kita semua nyolong...Klo masuk penjara, kita juga masuk. Paling banter dipecat. Ini bukan bukan dosa, hanya langgar aturan negara....dllll"
Dalam hatiku "Aq pernah nyolong apa...Klo aq nyolong, sdh dapet apa...Si Bos mungkin sudah dapat colongan besar ya..."
Tuduhan yg menyesakkan dada untuk kultur orang yg seperti aq....
Suatu saat aq tidak tetap jadi keeper dari divisi kebohongan ini terus....Akan aku buktikan: Aq belajar yg bener, tahu juga yg tidak bener. Klo diajak berpraktek yg tidak bener, aq bisa jauh lebih tahu caranya drpd sekedar ecek-ecek ini...
Namun aq kurang sreg dengan tidak bener ini...Nuraniku belum bisa...Aq pasti bisa menjaga nurani untuk tidak terbeli...
Bersama TUHAN aq cakap mengadapinya...
Ketika aq protes saat anggota teamku diambil untuk promosi lebih tinggi, dengan 'mengorbankan' teamku yg sudah mulai solid, dg bilang "Bos, mau dibawa kemana divisiku?"
Aq 10 tahun jadi keeper, sementara 2 tahun lalu salah satu anggota teamku dapat promosi, kini satu lagi promosi lagi....
"Divisimu tidak dibawa kemana-mana...." Aq protes "Lalu usulan promosiku dulu dimana..." Dia timpali lagi "Itu aq ndak tahu, atasan yg buat..." Aq ingatkan bahwa divisi ini mengapa tidak dianggap penting, apa para bos tidak menyadari itu...
Dengan emosi berucap "Kita semua nyolong...Klo masuk penjara, kita juga masuk. Paling banter dipecat. Ini bukan bukan dosa, hanya langgar aturan negara....dllll"
Dalam hatiku "Aq pernah nyolong apa...Klo aq nyolong, sdh dapet apa...Si Bos mungkin sudah dapat colongan besar ya..."
Tuduhan yg menyesakkan dada untuk kultur orang yg seperti aq....
Suatu saat aq tidak tetap jadi keeper dari divisi kebohongan ini terus....Akan aku buktikan: Aq belajar yg bener, tahu juga yg tidak bener. Klo diajak berpraktek yg tidak bener, aq bisa jauh lebih tahu caranya drpd sekedar ecek-ecek ini...
Namun aq kurang sreg dengan tidak bener ini...Nuraniku belum bisa...Aq pasti bisa menjaga nurani untuk tidak terbeli...
Bersama TUHAN aq cakap mengadapinya...
Kamis, 04 November 2010
SOS Ubaya
SOS itu biasa dipakai kapal yg minta tolong kala kena masalah, seperti terhempas ombak, mesin mati, atau lainnya. Sbg warga Ubaya, walau bukan nahkoda, nuraniku terpanggil untuk memberi isyarat SOS, karena kondisi terakhir seperti kapal yg kena masalah. Kondisi ini meletus menjelang suksesi pimpinan yg mulai dihelat Desember depan. Mei harus sudah ada pimpinan baru.
17 tahun berada disini sepertinya sudah paham betul budaya organisasi disini. Berubah banget. 10 tahun terakhir banyak diisi oleh pimpinan tanpa hati & tanpa etika organisasi. Dg seenaknya mengangkat org baru tanpa tahu sejarah, dan ketika ada masalah pergi tanpa beban, serta membiarkan prajurit perang sendiri. Apalagi pergi dg meninggalkan catatan BURUK. Top manajemen yg selalu menutupi juga disesalkan banyak pihak.
Secara berjamaah, lembaga berslogan non-laba, secara bagus berpraktek laba. Masih layakkah disebut organisasi non-laba...?
Sbg lembaga pendidikan swasta berbentuk yayasan, yg dalam beberapa kesempatan (dies natalis) top manajemen bilang akan memberi pertanggungjawaban kepada masyarakat selaku konsumen pendidikan, masyarakat harusnya juga tahu ttg yg buruk2 ini.
Mungkin perlu ada suara dari ikatan orang tua mahasiswa yg membuat surat terbuka mempertanyakan hal ini.
Karena bayi ikatan karyawan yg ada rasanya sudah 'lemes' tak berdaya, tidak solit, saling curiga, dan rawan retak.
Apalagi ikatan alumninya yg tidak ada suaranya, karena sudah terbebani hutang budi.
Yayasan sebagai pendiri juga setali tiga uang, malah melegalkan pembiaran berlangsung.
Mau menunggu peran pemerintah???? Sepertinya kayak mengharap air di musin kemarau...
SOS sepertinya isyarat tepat dari suara nurani yg masih terjaga, nurani yg belum terkontaminasi bagi-bagi rejeki, nurani yg belum terbeli...Apakah saat nuraniku terbeli, aq masih bisa bersuara jernih.?
Nurani disini seperti barang langka....Idealisme hanya ada di bibir saja....
Tuhan sumber kuatku...Tuhan tak bisa dibeli...
Pujilah Tuhan hai jiwaku...Bahwasana untuk selamanya kasih setiaNya...
Dalam naunganNya lebih nikmat meski dianggap aneh dilingkungan nir-nurani..
Amin...
17 tahun berada disini sepertinya sudah paham betul budaya organisasi disini. Berubah banget. 10 tahun terakhir banyak diisi oleh pimpinan tanpa hati & tanpa etika organisasi. Dg seenaknya mengangkat org baru tanpa tahu sejarah, dan ketika ada masalah pergi tanpa beban, serta membiarkan prajurit perang sendiri. Apalagi pergi dg meninggalkan catatan BURUK. Top manajemen yg selalu menutupi juga disesalkan banyak pihak.
Secara berjamaah, lembaga berslogan non-laba, secara bagus berpraktek laba. Masih layakkah disebut organisasi non-laba...?
Sbg lembaga pendidikan swasta berbentuk yayasan, yg dalam beberapa kesempatan (dies natalis) top manajemen bilang akan memberi pertanggungjawaban kepada masyarakat selaku konsumen pendidikan, masyarakat harusnya juga tahu ttg yg buruk2 ini.
Mungkin perlu ada suara dari ikatan orang tua mahasiswa yg membuat surat terbuka mempertanyakan hal ini.
Karena bayi ikatan karyawan yg ada rasanya sudah 'lemes' tak berdaya, tidak solit, saling curiga, dan rawan retak.
Apalagi ikatan alumninya yg tidak ada suaranya, karena sudah terbebani hutang budi.
Yayasan sebagai pendiri juga setali tiga uang, malah melegalkan pembiaran berlangsung.
Mau menunggu peran pemerintah???? Sepertinya kayak mengharap air di musin kemarau...
SOS sepertinya isyarat tepat dari suara nurani yg masih terjaga, nurani yg belum terkontaminasi bagi-bagi rejeki, nurani yg belum terbeli...Apakah saat nuraniku terbeli, aq masih bisa bersuara jernih.?
Nurani disini seperti barang langka....Idealisme hanya ada di bibir saja....
Tuhan sumber kuatku...Tuhan tak bisa dibeli...
Pujilah Tuhan hai jiwaku...Bahwasana untuk selamanya kasih setiaNya...
Dalam naunganNya lebih nikmat meski dianggap aneh dilingkungan nir-nurani..
Amin...
Jumat, 27 Agustus 2010
ZAKAT pengurang Pajak?
DirJen Pajak Mochamad Tjiptardjo menyatakan bahwa dirinya tidak sepakat dengan wacana atau usulan agar pembayaran zakat dapat dikurangkan sebagai pengurang pembayaran pajak.
"Ini akan menimbulkan pengurangan berganda atau dobel pengurangan sehingga penerimaan pajak akan menurun sangat tajam," katanya, Kamis (26/8) malam.
Wacana pembayaran zakat sebagai pengurang pembayaran pajak merupakan masalah sensitif sehingga harus diverifikasi dan diklarifikasi dengan sejelas-jelasnya.
Berdasarkan UU Perpajakan (UU tentang Pajak Penghasilan/PPh) sebenarnya sudah ada ketentuan mengenai pembayaran zakat sebagai salah satu pengurang penghasilan bruto sehingga juga mengurangi penghasilan kena pajak (PKP).
"Pembayaran zakat melalui badan-badan yang sudah resmi ditunjuk menangani zakat merupakan pengurang penghasilan bruto sehingga pendapatan yang kena pajak juga berkurang," jelasnya.
Saat ini memang ada wacana menjadikan pembayaran Zakat sebagai pengurang pajak. Saat ini ada pembahasan revisi UU tentang Pengelolaan Zakat, yang mengusulkan agar pembayaran zakat dapat langsung dijadikan sebagai pengurang pembayaran pajak.
Ia mencontohkan, jika seseorang kewajiban membayar pajaknya Rp10 triliun dan ia membayar zakat Rp2,5 triliun maka kewajiban pembayaran pajaknya tinggal Rp7,5 triliun.
"Ini berarti ada pengurangan ganda yaitu pengurangan terhadap penghasilan bruto dan pengurangan terhadap kewajiban pajak yang harus dibayar," jelasnya.
Ketika ditanya berapa besar penurunan penerimaan pajak jika wacana itu direalisasikan, Tjiptardjo menyatakan tidak tahu.
Rasanya ada diskriminasi lagi:
Zakat yg hanya 2,5% boleh jadi pengurang....Gimana dengan Perpuluhan yg 10%, apa boleh jadi pengurang......? Tidak atau belum pernah diatur hingga sekarang (27 Agt 2010)- Red.
"Ini akan menimbulkan pengurangan berganda atau dobel pengurangan sehingga penerimaan pajak akan menurun sangat tajam," katanya, Kamis (26/8) malam.
Wacana pembayaran zakat sebagai pengurang pembayaran pajak merupakan masalah sensitif sehingga harus diverifikasi dan diklarifikasi dengan sejelas-jelasnya.
Berdasarkan UU Perpajakan (UU tentang Pajak Penghasilan/PPh) sebenarnya sudah ada ketentuan mengenai pembayaran zakat sebagai salah satu pengurang penghasilan bruto sehingga juga mengurangi penghasilan kena pajak (PKP).
"Pembayaran zakat melalui badan-badan yang sudah resmi ditunjuk menangani zakat merupakan pengurang penghasilan bruto sehingga pendapatan yang kena pajak juga berkurang," jelasnya.
Saat ini memang ada wacana menjadikan pembayaran Zakat sebagai pengurang pajak. Saat ini ada pembahasan revisi UU tentang Pengelolaan Zakat, yang mengusulkan agar pembayaran zakat dapat langsung dijadikan sebagai pengurang pembayaran pajak.
Ia mencontohkan, jika seseorang kewajiban membayar pajaknya Rp10 triliun dan ia membayar zakat Rp2,5 triliun maka kewajiban pembayaran pajaknya tinggal Rp7,5 triliun.
"Ini berarti ada pengurangan ganda yaitu pengurangan terhadap penghasilan bruto dan pengurangan terhadap kewajiban pajak yang harus dibayar," jelasnya.
Ketika ditanya berapa besar penurunan penerimaan pajak jika wacana itu direalisasikan, Tjiptardjo menyatakan tidak tahu.
Rasanya ada diskriminasi lagi:
Zakat yg hanya 2,5% boleh jadi pengurang....Gimana dengan Perpuluhan yg 10%, apa boleh jadi pengurang......? Tidak atau belum pernah diatur hingga sekarang (27 Agt 2010)- Red.
Langganan:
Postingan (Atom)

